Saturday, 26 November 2016

Cara Membersihkan Hati

Cara Membersihkan Hati

Membersihkan hati merupakan salah satu kunci keimanan


Raan adalah titik hitam pada hati setiap kali seseorang melakukan dosa. Raan dapat dihapus dengan taubat dan raan juga dapat bertambah banyak jika kita tidak bertaubat dan melakukan dosa secara kontinu, sehingga hati menjadi gelap layaknya batu bara.

Hatinya mungkin sudah terlanjur keras, tapi ini adalah sesuatu yang bisa dilembutkan kembali. Mungkin hati juga berdebu, tapi kita dapat selalu membersihkannya.

Terdapat 4 cara cepat untuk membersihkan hati:

1. Tilawah & Taddabur al-Qur'an
Tilawah al-Qur'an adalah membaca al-Qur'an. Sedangkan taddabur adalah memahami dan merenungkan isi/kandungan ayat suci al-Qur'an. Kalau belum bisa memahami bahasa arab, kita bisa membaca terjemahan al-Qur'an bahasa Indonesia.

2. Mengingat nikmat Allah 'Azza wa Jalla
Semakin sadar bahwa keberkahan Allah ada pada diri kita, semakin bersyukurnya diri kita kepada-Nya. Ketika bangun tidur, coba renungkanlah nikmat Allah yang sudah diberikan kepada kita. Hal ini akan memicu cinta dan kerinduan pada Allah 'Azza wa Jalla. "Alhamdulillah, saya masih dapat merasakan suasana pagi hari."

3. Menyesali masa lalu dengan tidak berlebihan
Supaya mendapat pelajaran, cobalah untuk menyesali masa lalu yang dipenuhi oleh dosa, maksiat. Sesalilah untuk memicu pertaubatan supaya menjadi pemicu untuk taat beribadah kepada Allah. Setelah mengingat masa lalu, menyesal hal tersebut, dan bertaubat karena hal tersebut, mulailah dari awal lagi. Mulailah dengan cara yang baik dan diridhai oleh Allah 'Azza wa Jalla. Tambahan, ketika kita menyesali masa lalu kita, jangan berlebihan. Allah 'Azza wa Jalla akan mengampuni dosa hambanya meskipun dosa tersebut sangaaaaaaattt baaaaaanyaaaak. Terdapat sebuah hadist tentang besarnya ampunan Allah terhadap dosa-dosa hambanya:

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : (( قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً )).

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].

4. Mengingat orang shaleh yang hidup di masa lampau 
Ingatlah orang shaleh terdahulu dan bandingkan dengan diri sendiri. Ini akan mendorong diri kita untuk lebih banyak melakukan ketaatan karena kita menjadi termotivasi karena nasehat-nasehat mereka, kesabaran mereka dalam menghadapi ujian dari Allah 'Azza wa Jalla, dan kebaikakan-kebaikan lainnya yang dilakukan oleh mereka.

6 Hal Penting Jika Suami-Istri Ingin Bersetubuh

6 Hal Penting Jika Suami-Istri Ingin Bersetubuh

Islam mempunyai aturan dalam memulai hubungan badan. Oleh karena itu, kita sebagai umat islam harus mengikuti aturan tersebut

1. Dianjurkan membaca do'a
Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami’. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya,” (Shahih Muslim No.2591).

2. Diwajibkan adanya pendahuluan
Pendahuluan dalam berhubungan juga hal yang penting. Pendahuluan bisa berupa ucapan romantis, kecupan, rayuan, dll. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa pun di antara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perantaraan.” Selanjutnya, ada yang bertanya: “Apakah perantaraan itu”? Rasul Allâh SAW bersabda, “Yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis,” (HR. Bukhâri dan Muslim).

3. Dilarang menyebarluaskan hubungan bersetubuh
“Sesungguhnya di antara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari Kiamat adalah laki-laki yang menyetubuhi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian menyebarkan rahasia istrinya,” Diriwayatkan oleh Imam Muslim (2597) dan Abu Dawud (4227).

4. Saat istri haid, tidak boleh bersetubuh
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: ‘Haidh itu adalah kotoran’. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri,” (QS. Al-Baqarah/2: 222).

5. Dilarang telanjang
“Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar.” (HR Ibnu Majah).

Telanjang disini adalah dilarang telanjang seperti hewan. Maksudnya adalah ketika berhubungan, jangan memperlihatkan kemaluan. Gunakanlah selimut sebagai penutup saat berhubungan, atau bisa juga dengan bertelanjang dalam selimut.

6. Dilarang berhubungan melalui anus atau dubur
Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya,” (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai).

Anus atau dubur adalah tempat untuk membuang kotoran. Tentunya berbahaya jika berhubungan badan melalui tempat pembuangan kotoran.

Uwais al-Qarny


Uwais al-Qarny


Uwais adalah insan fakir yang terkenal di langit

Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hiduplah seorang pemuda yang tak dikenal penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia memiliki ciri-ciri fisik seperti mata yang berwarna biru, rambutnya yang merah, cukup tampan, pundaknya lapang panjang, kulitnya berwarna kemerah-merahan. Dia ahli membaca al-Qur'an dan menangis. Dialah Uwais al-Qarny.

Uwais al-Qarny telah memeluk islam sejak masa negeri Yaman mendengar seruan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diutus dengan tujuan mengajak manusia untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

Oleh karena itu, setelah seruan islam sampai ke negeri Yaman, ia segera memeluk agama islam karena selama ini hati Uwais selalu merindukan kebenaran.

Uwais al-Qarny adalah seorang pemuda yang sangat mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebenarnya Uwais ingin bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi dia tak punya cukup bekal untuk pergi ke Madinah dan jika Uwais pergi tidak ada yang merawat sang ibu.

Diceritakan ketika terjadi perang Uhud, Rasulullah mengalami cedera dan gigi beliau patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Akhirnya, kabar ini terdengar oleh Uwais sehingga dia memukul giginya dengan batu hingga patah.

Hari silih berganti dan musim berlalu, sementara Uwais amat sangat rindu kepada baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Uwais merenungkan diri dan berkata kapankah ia dapat mengunjungi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Tapi bukankah ia sedang dibutuhkan oleh ibunya yang sedang butuh perawatannya dan tak tega meninggalkannya. Hatinya selalu gelisah siang malam karena kerinduannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya untuk berangkat bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Sang ibu terharu dengan permintaan anaknya. Lalu sang ibu berkata kepada Uwais "Temuilah beliau di rumahnya dan jika sudah bertemu segeralah pulang".

Dengan perasaan gembira Uwais pun berkemas untuk berangkat dan menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan pada tetangganya agar dapat menemani ibunya.

Sesudah berpamitan kepada ibunya, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang jaraknya kurang lebih 400 km dari Yaman.

Tibalah Uwais di Madinah. Kemudian ia bergegas menuju rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia mengetuk pintu dan dibukanya pintu itu oleh 'Aisyah radhiyallahu anha. Setelah itu, Uwais menanyakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ingin dijumpainya. Ternyata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di medan perang.

Uwais pun merasa kecewa. Dalam hatinya ingin rasanya menunggu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, akan tetapi Uwais juga teringat perkataan ibunya agar cepat pulang ke Yaman "engkau harus lekas pulang". Karena ketaatan pada ibunya, ia akhirnya mohon pamit kepada 'Aisyah radhiyallahu anha untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitip salam untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melangkah pulang dengan merasa haru.

Sepulang dari medan perang, Nabi langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Uwais al-Qarny adalah anak yang taat pada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit).

Menurut informasi  'Aisyah radhiyallahu anha memang benar ada yang mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi orang tersebut segera kembali ke negerinya. Karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Kalau kalian ingin berjumpa dengannya (Uwais), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya."

Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memandang kearah sahabat Ali radhiyallahu anhu dan Umar radhiyallahu anhu dan bersabda:
"Suatu ketika, apabila kalian menemuinya, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi"

Waktu terus berjalan dan tak lama kemudian Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu diestafetkan kepada Umar radhiyallahu anhu.

Suatu ketika, Umar teringat akan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang Uwais al-Qarny sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada Ali radhiyallahu anhu untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, mereka berdua selalu menanyakan Uwais al-Qarny.

Suatu ketika ada rombongan dari Yaman datang. Segera khalifah Umar dan sayyidina Ali mendatangi mereka dan bertanya apakah Uwais al-Qarny turut bersama mereka. Rombongan itu menjawab "iya ada, dia berada di perbatasan kota dan sedang menjaga unta-unta. Mendengar jawaban tersebut, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qarny.

Sesampainya di kemah khalifah Umar dan sayyidina Ali memberi salam. Namun, Uwais sedang shalat. Setelah shalat Uwais menjawab kedua salam tamu istimewa tersebut. Sewaktu berjabatan, khalifah Umar langsung membalikkan tangan Uwais, dan ternyata benar dialah Uwais al-Qarny.

Setelah itu khalifah Umar dan sayyidina Ali memohon agar Uwais mau mendoakan mereka. Uwais enggan dan berkata kepada khalifah "sayalah yang harus meminta doa kepada kalian". Khalifah Umar membalas "kami datang kesini untuk mohon do'a dan istighfar dari Anda". Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais akhirnya memenuhi keinginan mereka.

Setelah itu Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan Uwais. Uwais menolak halus tawaran Umar dengan berkata "hamba mohon supaya kali ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi."

Meninggalnya Sang Penghuni Langit
Meninggalnya Uwais al-Qarny telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan mengurusi jenazah dan pemakamannya. Padahal, Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai jenazahnya dimasukkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Engkau (Uwais) Telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah banyak. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.

Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa Uwais al-Qarny yang ternyata ia adalah seseorang yang tak dikenal di bumi tapi terkenal di langit.

Hati-hati Dalam Bergaul


Hati-hati Dalam Bergaul

Menjaga pergaulan adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah

Jika Anda mempunyai kualitas yang buruk itu mungkin bisa berasal dari teman-teman Anda, mungkin juga keluarga Anda. Setan itu bisa berbentuk teman, sahabat sejati, dan macam-macam bentuk lainnya. Semoga Allah menjaga kita. Aamiin.

Terkadang setan itu menggunakan mulut dari seseorang yang sangat dekat denganmu. Setan sangat cerdik, dia sangat cerdas. Terkadang, didikan di rumah sangat baik, tapi di sekolah seperti apakah kita? Mungkin mereka belajar ketidakjujuran ketika ujian, belajar untuk berkata kotor, mencuri, dsb. Jadi, kita harus lebih berhati-hati jika kita bersekolah di sekolah yang seperti itu.

Kita juga harus berhati-hati dengan siapa kita berteman. Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam surah al-Furqan 27-29:


(27). وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا 

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul."


(28). يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا 

Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku).


(29). لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗوَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا 
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Sungguh pada hari kiamat, mereka akan menyesali dan berkata "Ya Allah, temanku ini, sahabatku ini, mereka membuatku lupa pada-Mu ya Allah dan sungguh setan sangat lihai menipuku ya Allah."

Ketika seseorang merokok, 9 dari 10 orang merokok karena ikut-ikutan dengan teman-teman mereka.

Ketika seekor paus berenang, dia akan berenang bersama seekor paus lainnya. Ketika kita melihat ikan kecil, ikan kecil akan berenang bersama dengan ikan kecil lainnya, dan begitulah seterusnya.

Seorang yang shaleh dan seorang pemabuk tidak bisa berjalan bersama. Ini seperti seekor sarden berenang bersama paus. Yang satu memakan yang lain. Dan hal ini takkan terjadi. Allahuakbar.

Thursday, 24 November 2016

Perbedaan Orang Baik dengan Penyeru Kebaikan


Perbedaan Orang Baik dengan Penyeru Kebaikan


Allahu akbar


Untaian Hikmah nan Indah

Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)..?

Orang Baik, melakukan kebaikan untuk dirinya.
Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan utk dirinya dan orang lain.

Orang Baik, dicintai manusia..Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Kok gitu...?!?!

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sebelum diutus, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik..

Namun ketika Allah ta'ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya; Tukang sihir,Pendusta, Gila..

Apa sebabnya..?

Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan..

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan..

Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu

Berkata ahli ilmu: Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Alloh daripada ribuan orang baik

Karena melalui penyeru Kebaikan itulah Allah jaga umat ini..Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri...

Allah Subhanahu wa ta'alaa berfirman:

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."

...Allah tidak berfirman; "...Orang Baik (Shalih)"

Maka jadilah penyeru kebaikan, jangan merasa puas hanya sebagai orang baik saja.

sumber : http://www.lampuislam.org

Cara Menghilangkan Penyakit Wahn

Cara Menghilangkan Penyakit Wahn


عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani. Lihat penjelasan hadits ini dalam ‘Aunul Ma’bud).




 
Rumus: semakin banyak mengingat Allah & melakukan kebaikan semakin mudah juga mengingat kematian dan semakin lebih sangat banyak banget mengingat Allah & melakukan kebaikan semakin gampang juga merasakan kematian. 

1. Banyak-banyak mengingat kematian
Semakin banyak kita mengingat kematian, semakin kita bisa mempersiapkannya. Contohnya ketika orang tahu kalau besok ujian sama yang gak tau. Pasti yang tau kalau besok ujian dia akan belajar sedangkan orang yang gak mau tahu kalau besok ada ujian mungkin dia akan santai-santai saja.

2. Banyak mengingat Allah dan melakukan amal baik
Mengingat Allah caranya ya dengan praktek. Contohnya seperi membaca al-Qur'an sambil mengingat kematian, bersedekah sambil mengingat kematian, dan lain-lain

Cara no. 3 ini khusus, buat kamu yang bisa alhamdulillah. 
3. Banyak-banyak merasakan kematian
Ya, banyak-banyak merasakan kematian, kenapa saya bilang khusus? Karena hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang dengan iman yang tidak sedikit. Tapi, manfaat dari no. 3 luar biasa. Kita akan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk kita sendiri ketika kita di alam kubur dan akhirat. Mengapa begitu? Karena kita sudah merasakan, sudah bukan mengingat lagi. 

Bedakan mengingat dan merasakan. Ketika seseorang ditinggal oleh saudaranya (wafat) pasti dia merasakan, dan merasakan lebih sakit. Ketika seseorang itu mengingat kembali saudaranya yang wafat mungkin tidak sesakit waktu itu (waktu saudaranya wafat).

Semoga Allah menghilangkan penyakit wahn dari diri kita selama-lamanya. Aamiin.




sumber: http://www.lampuislam.org

Baitul Makmur

Baitul Makmur



Baitul Makmur adalah kabah penduduk langit sebagaimana Ka'bah di bumi sebagai pusat ibadah. Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “terdapat dalam Shahihain bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda ketika peristiwa Isra’ pada saat melewati langit ke tujuh, ‘kemudian aku diangkat menuju Baitul Makmur, padanya masuk (datang) setiap hari 70.000 malaikat yang tidak akan kembali lagi’. Yaitu mereja beribadah dan berthawaf sebagaimana penduduk bumi thawaf di ka’bah mereka. Demikian juga baitul makmur ia adalah ka’bah penduduk langit ketujuh.

Oleh karena itu, didapati Nabi Ibrahim Al-Khalil alihisshalatu wassalam menyandarkan badannya pada Baitul Makmur karena ia telah membangun ka’bah di bumi.”Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah berkata, “Dari Ibnu Abbas: ia adalah rumah yang disekitar ‘Arsy yang dimakmurkan oleh para malaikat. 70.000 malaikat shalat di situ setiap hari kemudian mereka tidak akan kembali. Demikian juga pendapat Ikrimah, Mujahid, dan banyak para salaf.” Posisinya sejajar di atas ka’bah di bumiAl-Baghawi rahimahullah berkata, “Baitul Makmur: banyaknya yang memenuhi dan penduduknya, yaitu rumah di langit sekitar ‘Arsy dan sejajar dengan Ka’bah bumi.”


Sumber: muslim.or.id/16573-mengenal-baitul-makmur-kabah-penduduk-langit

Inilah Buroq, Tunggangan Nabi Muhammad SAW Saat Isra Miraj!

Inilah Buroq, Tunggangan Nabi Muhammad SAW Saat Isra Miraj! Isra Miraj  merupakan perjalanan  Nabi Muhammad SAW  yang dilakukan ...